Minggu, 25 September 2016

Goresan Gloomy #1


          Sejatinya, aku tak pernah ada dalam bagian masa depanmu. Kau hanya mengada-ada. Sejatinya kita tak pernah saling mencintai, atau lebih tepatnya kau tak mencintaiku. Sejatinya aku hanya menetap dalam fatamorgana yang kubangun sendiri. Sejatinya kau lebih suka bermain dalam ruang lingkup yang lebih spesifik. Membuatnya retak dan tak ada niat memperbaiki.
          Sulit memang jika pelukan diatasnamakan cinta bagi kalangan pemuda-pemuda pesimis. Yang mengejar saat gerimis, meninggalkan sampai terasa miris. Dia yang sebening embunpun tak luput dari tangan kasar yang senantiasa kau toreh. Bagimu mungkin hal biasa, tapi belum tentu bagi kaum mereka. Perempuan tak sudi diperlakukan kasar, mereka hanya sudi dicintai. Kau yang terlihat menarik kadang tak kuasa membendung pelik. Wajahmu bak penutup saja bagi aroma busukmu.
          Perempuan yang mencintaimu dulu mungkin belum berbahagia selepas kau torehkan luka dihatinya. Mungkin dia masih terengah-engah menemukan gagang pintu untuk kabur dari ruangmu. Betapa sudi kau masih menganggukkan kepala terhadapnya sementara dia saja telah berlutut di hadapanmu. Keparat! Bahkan urat nadimu pun tak sudi melihat tangan amismu. Masih saja ia bersembunyi di balik kulit tebal yang kau banggakan itu.
          Setelah menemukan orang yang benar-benar kau cintai, kau lupakan perempuan malang itu. Bahkan hanya untuk menyapanya pun kau enggan. Padahal dahulu ia adalah wanitamu, meskipun tak terbesit sedikitpun cinta untuknya di hatimu. Parah memang, tragis. Tak kau lihat usahanya saat ia mencoba menjadikan dirinya yang pantas untukmu sementara kau sedang memantaskan diri untuk seorang lain di belakangnya. Kau benar keparat!
          Mungkin sadar atau tidak, takdir sedang menemuinya. DIA hilangkan kau dari benaknya. DIA hilangkan kau dari pandangannya. DIA memberikan ganti yang lebih baik bagi perempuan itu. Dibalut kembali luka perempuan itu oleh-Nya. Diberikan sedikit demi sedikit ruang untuk memaafkan dirinya sendiri. Dan kau, sadar atau tidak, DIA sedang menghukummu atas penyesalan yang tak pernah kau ucap, menghukummu atas kesombongan gender yang diberikan padamu. Menghukummu karena tak menjadi khalifah yang baik. Sedikit demi sedikit luka di hati perempuan itu akan sembuh dan kembali sebening embun. Dan kau, sedikit demi sedikit terbenam dalam lautan dosa yang akan menenggelamkanmu hidup-hidup!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar