Langit mulai berubah jingga
Suara adzan sayup-sayup terdengar dikumandangkan
Jejak per jejak kutinggalkan di tanah basah itu
Harapku dia kan menjejaki tanah yang sama
Di sisi jalan kutersipu
Dengan warna merah di kedua pipi
Jalan menunduk lagi lagi tersipu
Jangan merayuku
Kembali ku menengadah ke atas
Mengingat tujuan sebenarnya aku melangkah ke mesjid
Aku tersipu malu oleh karena lelaki
Aku terlebih malu disaksikan oleh-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar