Sabtu, 08 Oktober 2016

Malang [ MorningPoems #5 ]


Kini aku mengerti
Sedikit demi sedikit
Semenjak waktu beranjak pergi
Dan aku telah melangkah pulang

Tak tahu malu
Aku benar-benar tak tahu malu
Pulang tanpa sedikit beras
Bahkan uang pun tak ada

Berharap anak kecilku tak merengek minta susu
Berharap istriku tak meminta perhiasan mahal
Karna di kantungku hanya ada lembaran kertas
Sungguh malang!

Aku tak perlu makan
Memang seharusnya tidak makan
Aku hanya perlu sembahyang
Berdoa kepada Allah Ta’ala

Sendirian di bilik kecil
Sembari mendengar dentingan sendok
Ya Allah, Hamba lapar
Mudahkanlah.

Jumat, 07 Oktober 2016

Our Himalaya [ MorningPoems #4 ]


She could see the sunset
Behind Himalaya
At the moment I kiss her
Calm and shine

Sitting next to me
Hold each other
My beautiful pregnant wife
I was smiling

Spaces between our fingers are right
and fit perfectly
And I ask her
Not to die
Not without me

‘Till I realize
I couldn't do it someday
When my queen and my little princess
Is not sitting next to me anymore

Himalaya saw
It is truly-honest words
Because I love Himalaya
And their memory. That's it.

To Mermaid [ MorningPoems #3 ]


Under the brittle tobacco tree
You whisper a song near my ear
I saw your eyes
Bright and smiling
Blue like the ocean
Thundering like running wave

I understand
Why I keep watching
Your eyes full of weariness
Pull me to hug your body

Sometimes
Just sometimes
When I saw you
Even seashore is afraid to be near you
As always you
Pure as mermaid in North sea

Malu [ MorningPoems #2 ]


Langit mulai berubah jingga
Suara adzan sayup-sayup terdengar dikumandangkan
Jejak per jejak kutinggalkan di tanah basah itu
Harapku dia kan menjejaki tanah yang sama

Di sisi jalan kutersipu
Dengan warna merah di kedua pipi
Jalan menunduk lagi lagi tersipu
Jangan merayuku

Kembali ku menengadah ke atas
Mengingat tujuan sebenarnya aku melangkah ke mesjid
Aku tersipu malu oleh karena lelaki
Aku terlebih malu disaksikan oleh-Nya.

Istriku [ MorningPoems #1 ]


Istriku, jangan bersedih
Kan ku kecup kedua kelopak matamu
Tuk menengkan fikiranmu
Hatimu
Lukamu

Istriku yang cantik
Kan ku jamah rambutmu tiap malam
Menemanimu melalui mimpi
Kujanjikan kau pertemuan kita

Istriku yang baik
Jangan menungguku hingga kantuk menyelimuti matamu
Terlelaplah
Tidurlah
Aku akan menemuimu